Proyek Flyover Kulonprogo Sudah Bebaskan Tanah Kas Desa yang Terdampak

Harianjogja.com, KULONPROGO—Pembangunan jalan layang atau flyover di Bumi Binangun masuk dalam tahap pembebasan tanah kas desa terdampak di Kalurahan Triharjo, Kapanewon Wates. Warga setempat berharap pembebasan tanah warga lain juga segera dilakukan.

Flyover yang akan menghubungkan Kalurahan Triharjo dan Kalurahan Pengasih ini nantinya juga direncanakan jadi penghubung pintu keluar atau exit tol Jogja-Solo ruas Kulonprogo. Lurah Triharjo, Suyanto menyebut pembebasan tanah kas desa yang terdampak proyek itu dilakukan dengan tukar guling.

“Tanah kas desa yang terdampak sudah diganti, kami ganti dengan membeli tanah warga yang sudah dialihkan jadi tanah kas desa,” jelas Suyanto pada Senin (19/2/2024).

Suyanto menyebut tanah kas desa yang terdampak tersebut terkategori sebagai lahan persawahan dan berstatus pelungguh. “Selain tanah kas desa yang terdampak, ada juga tanah warga kami yang terdampak tapi belum dibebaskan,” ungkapnya.

Baca Juga

Telan Rp275 Miliar, Flyover Kulonprogo Jadi Penghubung Exit Tol

Susun RPJPD 2025-2045, Kulonprogo Bangun Fly Over hingga Kembangkan Wilayah Utara

FLYOVER SENTOLO : Mulai Dibangun 2015

Total ada enam keluarga yang tanah miliknya terdampak pembangunan flyover ini nantinya. “Sebagian besar tanah persawahan yang milik warga, tapi ada juga yang berupa rumah, ini kami harap juga segera dibebaskan agar warga yang sudah setuju ini segera dapat mempersiapkan relokasi,” terangnya.

Rencana pembangunan flyover di Kalurahan Triharjo, jelas Suyanto, sudah didengarnya sejak 2009 silam. “Tapi dari dulu belum ada eksekusi, cuma sosialisasi. Semoga segera terealisasi apalagi Ngarsa Dalem kemarin juga sudah meninjau rencana ini,” jelasnya.

Flyover yang akan dibangun itu, lanjut Suyanto akan melintasi rel kereta api dan saluran irigasi. “Dimulai dari lampu merah persimpangan Jl. Tentara Pelajar dan Jl. KH Ahmad Dahlan ke selatan, sampai di Padukuhan Tambak nanti ada jalan layangnya melintasi rel dan sungai parit irigasi,” tuturnya.

Harapan segera direalisasinya proyek itu, menurut Suyanto, juga agar perekonomian di wilayahnya dapat berkembang mengingat nanti jalan layang itu jadi exit tol Jogja-Solo. “Karena ada exit tol juga nantinya agar warung-warung, UMKM, dan potensi ekonominya di wilayah ini dapat meningkat drastis juga,” katanya.

Seorang warga di rencana lokasi pembangunan flyover itu, Prapti Astuti juga mengharapkan segera terelisasinya pembangunan flyover ini. “Karena memang perlu apalagi perempatan samping rel itu kadang ramai sekali, jika ada flyover ini pasti bisa memecah keramaian jalan,” ujarnya.

Prapti yang sehari-hari berjualan sayur di dekat lokasi flyover itu juga mengharapkan efek ekonomi dari proyek itu. “Kalau ada flyover nanti juga pasti ekonomi juga terangkat usaha saya ini semoga juga dapat berkembang,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *