Selama Bulan Puasa, Durasi Waktu Pembelajaran Sekolah di Gunungkidul Dikurangi

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Gunungkidul menerbitkan surat edaran (SE) Bupati Gunungkidul Nomor 400.3.1/21/2024 yang berisi penyesuaian terhadap beberapa hal selama bulan puasa Ramadan, salah satunya yaitu durasi waktu belajar mengajar dari jenjang PAUD sampai SMP.

Kepala Dispendik Gunungkidul, Nunuk Setyowati mengatakan alokasi waktu pembelajaran selama bulan Ramadan dikurangi 5 menit per jam pelajaran dari jenjang PAUD sampai SMP. Dengan begitu, alokasi waktu pembelajaran PAUD menjadi 25 menit/jam pelajaran, SD menjadi 30 menit/jam pelajaran, SMP menjadi 30 menit/jam, dan Kesetaran menjadi 40 menit/jam.

Selama bulan puasa, satuan pendidikan juga diimbau untuk mengarahkan peserta didik yang beragama Islam untuk memperbanyak aktivitas yang lebih bersifat religius baik di sekolah maupun di masyarakat dan menciptakan suasana kondusif di sekolah dengan tetap menjaga sikap toleransi.

Dalam SE tersebut juga disampaikan bahwa bagi sekolah yang berbasis agama, libur awal dan akhir Ramadan disesuaikan dangan ketentuan yayasan yang bersangkutan. Kecuali hal tersebut, Dispendik juga telah mengatur libur sekolah baik untuk awal Ramadan maupun akhir Ramadan.

BACA JUGA: Jangan Kehabisan, Tiket KA Tambahan Lebaran 2024 Sudah Bisa Dipesan

Libur awal Ramadan dimulai dari tanggal 12-14 Maret 2024 dan libur akhir Ramadan dimulai tanggal 8 – 19 April 2024. Atas penetapan libur tersebut, Dispendik meminta agar orang tua/wali peserta didik melakukan pendampingan atau pengawasan intensif terhadap aktivitas anak selama libur sekolah atau pada saat peserta didik berada di rumah.

“Dari situ peserta didik tidak akan melakukan kegiatan yang tidak bermafaat atau merugikan diri sendiri maupun orang lain,” kata Nunuk dihubungi, Senin (11/3/2024).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *